Heldani, Erik


Perkenalkan, Warmon, Wermon, dan Wormon! (Bag. 7)
February 14, 2009, 10:07 am
Filed under: Jurnal

Waaaaaaaaaaaaahhhhhh, udah kelamaan yah kayanya semenjak gw terakhir kali nulis tentang ketiga peliharaan gw, Warmon, Wermon, dan Wormon. Tadinya sih mau nulis tiap dua hari sekali, biar ada ide buat nulis apaaa gitu walalupun perubahan yang terjadi pada ketiga peliharaan gw itu sangat lambat sekali.

Dan setelah dua hari ga gw pantau keadaan mereka, ternyata….

TIDAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKK…………….

Si Warmon, Si Warmon, Si Warmon peliharaanku tercinta yang paling cepat berubah bentuk dari ulat menjadi kepompong, dan kepompongnya pun tampak lebih besar dan berbeda dari kedua saudaranya, kini sudah tiada.

Hiks, sehari ga ditengok tuh ternyata malah membawa bencana. Si Warmon diserbu oleh ratusan semit yang kurang ajar. KURANG AJAR sekali para semut itu! Seperti yang ga ada sasaran lain saja yang bisa mereka makan. Wahai para semut, Warmon itu ulat yang kini sedang bertransformasi menjadi kepompong. Dia lagi bersemedi, ga bisa berbuat apa-apa kalo diusik kalian, karena tubuh yang cairan enzimnya dilindungi kulit kepompong itu tengah berubah. Ko kalian tega amat sih???

Dengan sangat sedih dan menyesal, si Warmon pun gw kebumikan aja. Tak ada upacara khusus yang menyambut kepergian dia.

Semoga dia betah selamanya di alam sana. Nanti di Akhirat, kita akan bertemu kembali kan? ketika bertemu dengan gw, gw harap Warmon sudah berupa kupu-kupu yang indah….

Untunglah, para semut sialan itu belum sempat menyerang Si Wermon dan Wormon. Dan untuk melindungi mereka dari serangan semut lainnya, akhirnya peliharaanku yang  tersisa, kulindungi dengan sapuan kapur ajaib. Mudah-mudahan gaada semut yang bisa melewati garis kapur ajaib itu.

Dan kata sang ahli kepompong, kepompong itu biasanya ada dalam posisi menggantung. Maka dari itu, Wermon dan Wormon pun gw gantung aja badannya. Hehehe, bukan digantung pake tali ko, tapi mereka gw kasih selotip di ujung ekornya. Gw tempel deh mereka di dinding box tempat mereka hidup selama ini dengan berharap  keajaiban akan datang secepatnya.

Tapi lagi-lagi hari ini gw ga bisa melihat keadaan mereka. Mudah-mudahan mereka betah digantung seperti itu. Ekornya ada di sebelah atas, dan kepalanya ada di bawah.




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>