Heldani, Erik


Dipanggil Super Bos
February 3, 2009, 11:09 am
Filed under: Real Life

Minggu lalu jadi pekan yang tak terlupakan bagi gw. Setelah bekerja selama setahun di perusahaan ini, membuat gw lebih mahir dalam mengerjakan apa yang sudah seharusnya gw kerjakan. Baca sebanyak apa pun tulisan, tak membuat mataku gentar. Hanya saja, kalau batin ini sedang terasa gundah, tulisan yang salah pun kadang terasa benar saja di mata.

Terbukti ketika saya membaca tullisan di bawah foto alias caption foto, ada sedikit kata, satu kata yang tertulis salah, Kata itu adalah “terebut”, padahal seharusnya “tersebut”.

Fatalnya lagi, itu adalah caption foto untuk gambar sang Presiden RI sekarang ini, Pak SBY.

Gara-gara kurang “s”, saya sempat dimaki-maki atasan.

Itu adalah salah satu kesalahan yng muncul karena kecerobohan gw pada halaman 1 koran kita tercinta ini. Yah, walau kesalahan kecil, tapi berasa banget tendangannya.

Apalagi keesokan harinya gw dan temen gw dipanggil ke ruang SUPER BOS perusahaan itu. Waduh, gw udah ngeper aja, siap-siap sipecat deh.

Dan seperti dugaan, gw di sana diberi sedikit “ceramah” supaya ga bikin koran ini jadi memalukan karena ada kesalahan bahasa.

Hmmmmm kirain gw bakal diapain, ternyata…..

Yah, Pak, saya sih udah berusaha untuk bekerja semaksimal mungkin, tapi namanya juga manusia, pasti ga luput dari kesalahan.

Saya mohon maaf atas kesalah yang saya perbuat itu!

Dan…kami pun berjalan gontai ke luar ruangan Pak Bos.

Sesampainya di ruangan gw lagi, kami bekerja seperti biasa. Mencoba tak ulangi kesalahan serupa dan rupa-rupa.

Namun rupanya kesalahan tak hanya gw yang buat hari kemarin (di koran hari esoknya) karena setelah gw baca koran versi bogor (Jurnal Bogor) ada kesalahan fatal yang menggelikan. Lucu!

Di koran gw, Jurnal Nasional, ada sisipan berita olahraga (bernama Top Soccer) sebanyak 8 halaman terpisah setiap harinya, tapi itu jadi satu paket dengan koran Jurnal Nasional. Sepaket dijual seribu rupiah saja. Begitu pula di bogor ada sisipan Top Soccer yang sama pada koran Jurnal Bogor-nya. Juga dijual seribu rupiah saja.

Hari itu headlines Top Soccer kami adalah JINAKKAN KANGURU, yang bermaksud memprovokasi agar timnas sepak bola Indonesia “menjinakkan” atau mengalahkan timnas sepak bola Australia yang bertanding di Senayan hari itu.

Di koran Jurnal Nasional halaman 1, ada navigasi (judul berita yang ada di halaman sekian) tentang headlines Top Soccer tersebut. Di Jurnal Bogor pun ada.

Di Jurnal Nasional halaman 1 tertulis navigasi JINAKKAN KANGURU, sedangkan di Jurnal Bogor yang ada adalah navigasi…..

DIMAKAN KANGGURU.

Ya, betul!!!

DIMAKAN KANGGURU!

Dan timnas Indonesia pun tak berhasil jinakkan kanguru, pun tak berhasil dimakan kangguru. Hanya kacamata 0-0 yang didapat.