Kamis, 10 April jadi hari tersedih dalam hidup gw.
Hal ini memang tak pernah terpikirkan oleh gw. Yang gw pikir saat memelihara kucing adalah….gw memeliharanya sampai mati. Entah sampai kucing gw yang mati atau malah gw yang mati duluan.
Ya, ini tentang kucing.
Kucing peliharaan gw yang sudah setahun mengisi hidup gw, terpaksa dihibahkan ke orang lain yang (bahkan baru) gw kenal.
Chibi, Maru, Nyo-Nyo, Mito, Gito, dan Ledger hari ini resmi menjadi milik orang lain. Mereka gw bawa ke kantor siang ini dan langsung diperebutkan oleh banyak orang. Banyak yang merasa kecewa karena tidak “kebagian jatah” kucing-kucing tersebut.
Keputusan gw untuk mengadopsikannya pada orang lain dipicu oleh imbauan Tante gw yang tidak menghendaki lagi adanya kucing di rumah. Ada banyak alasan mengapa kucing-kucing di rumah harus segera “dihilangkan”.
Alasan pertama adalah karena pembantu di rumah sudah tidak merasa betah lagi dengan kehadiran kucing-kucing (apalagi adanya anak kucing). Dia merasa takut (fobia terhadap kucing) akan kucing tersebut. Selama ini (sudah setahun) dia berusaha tidak berkontak (mata apalagi sentuhan) langsung dengan kucing gw berhubung fobianya itu. Namun, masa setahun itu tidak membuat fobianya berkurang apalagi hilang sama sekali. Padahal (menurut gw) ketakutannya terhadap kucing itu tampak tak terlalu mencolok lagi. Maklumlah, waktu setahun itu cukup bisa mendekatkan Si Bibi (pembantu) pada kucing-kucing gw.
Yah, sayang tak dapat dilarang, malang tak dapat ditolak. Salah satu kebijakan yang diambil Tante gw itu memang sebagian besar didasarkan pada pembantu gw. Dia memberikan ancaman halus pada sang majikan bahwa “kesabarannya” telah hilang. Kini saatnya sang majikan memilih satu di antara dua: Aku (Bibi, Si Pembantu) atau Dia (kucing-kucing)?
Berhubung jasa pembantu sudah tidak dapat dipungkiri lagi (walaupun gw sering sebel karena dia sering banget pulang kampung), dibandingkan “jasa” kucing gw yang tiap hari hanya minta diurusin diberi makan, pup dan pip-nya menyebarkan bau di rumah, suara berisiknya kalau sedang ingin bercinta, terblokadenya akses mengangkat jemuran kala kucingnya dikurung di ruang cuci terbuka, serta waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurusi mereka.
Bagi gw, kucing-kucing itu sudah seperti anggota keluarga sendiri. Seburuk apa pun hal yang ditimbulkan oleh mereka, itu semata-mata hanyalah hiburan dan ujian kala menyalurkan hobi mengelus kucing. Memang, manfaat yang didapat pun tak sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan. Yang menjadi pikiran gw saat ini adalah, mengapa begitu teganya anggota kelaurga yang lain menyuruh gw untuk menjual kucing-kucing tersebut.
Tak sadarkah mereka kalau menjual kucing-kucing berarti menjual anggota keluarganya sendiri.
Huh, tidak berperikemanu…binatangan.
Yah, mungkin di balik semua itu terdapat hikmah yang lebih besar daripada saat gw mengurusi kucing-kucing itu.
Alhamdulillah juga, ternyata masih ada yang mau menerima semua kucing-kucing gw. Tadinya gw ga yakin kucing ge ada yang mau urusi. Ternayata gw salah.
Teman-teman kantor gw, yang ada beberapa yang belum gw kenal, langsung jadi dekat dan kenal gara-gara hibahan kucing-kucing itu.
Kini, kucing gw tinggal kenangan. Tak kan ada lagi hari indah dan menyenangkan bermain dengan mereka. Yang tertinggal hanya ingatan manis dan bau yang menempel di kamar gw.
Tapi, mungkin bau kucing yang tertinggal di kamar gw juga akan segera hilang karena sepertinya tak lama lagi kamar gw akan dicat ulang mengingat orang rumah tak ada yang menyukai kamar gw lagi.
Goodbye My Lover
Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
‘Cause I saw the end before we’d begun
Yes I saw you were blinded and I knew I had won
So I took what’s mine by eternal right
Took your soul out into the night
It may be over but it won’t stop there
I am here for you if you’d only care
You touched my heart, you touched my soul
You changed my life and all my goals
And love is blind and that I knew when
My heart was blinded by you
I’ve kissed your lips and held your hand
Shared your dreams and shared your bed
I know you well, I know your smell
I’ve been addicted to you
Goodbye my lover
Goodbye my friend
You have been the one
You have been the one for me
I am a dreamer and when I wake
You can’t break my spirit - it’s my dreams you take
And as you move on, remember me
Remember us and all we used to be
I’ve seen you cry, I’ve seen you smile
I’ve watched you sleeping for a while
I’d be the father of your child
I’d spend a lifetime with you
I know your fears and you know mine
We’ve had our doubts but now we’re fine
And I love you, I swear that’s true
I cannot live without you
Goodbye my lover
Goodbye my friend
You have been the one
You have been the one for me
And I still hold your hand in mine
In mine when I’m asleep
And I will bare my soul in time
When I’m kneeling at your feet
I’m so hollow, baby, I’m so hollow
I’m so, I’m so, I’m so hollow
I’m so hollow, baby, I’m so hollow
I’m so, I’m so, I’m so hollow