Heldani, Erik


From Friendster to Maria Eva to Money
April 4, 2007, 5:55 am
Filed under: Ga Serius

From Friendster to Maria Eva to Money

Sebenarnya apa sih tujuan utama kalian ikutan yang namanya FRIENDSTER? Pasti banyak di antara kalian yang menjawab, “Untuk menambah teman.” Nah, kalau kamu pasti alasannya adalah “untuk menjaga agar pertemanan atau persahabatan antara teman yang sudah ada tidak putus walau jarang bertemu.” Mungkin itu alasan yang paling sering diungkapkan para Friendsterer atau Friendster Mania (ah, apalah itu namanya bagi kalian yang doyan ber-Friendster ria). Nah, mungkin alasan yang satu ini jarang ada yang mengakuinya: “gue cuma mau nampilin foto-foto gue yang keren-keren, supaya orang-orang mau berteman sama gue.” Hihihi, ayo ngaku aja, kamu salah satunyakan

???????

Huh, padahal di antara foto yang dipajang itu bukan foto kamukan

? Gue juga tau tampang kamu itu pas-pasan banget. Itu

kan

foto-foto artis, atau atlet, atau model terkenal. Eh, ada juga tuh yang tanpa malu-malu (mungkin sebenarnya karena malu mukanya jeleeeeeeeeeeeeeek banget) masang gambar salah satu tokoh film kartun. Asal tau aja, kalau kamu bisa terjerat Undang-undang No. 12 Th. 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 6 Th. 1982 Tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 7 Th. 1987, pasal 2 yang berbunyi:

“Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan ……………………..dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).”

Nah loh! Kalian mau kena jeratan pidana kayak gitu? Ga maukan

? Nah, makanya buruan copot tuh foto-foto yang bukan milik lo itu! Eh, perasaan, gw juga ada satu foto yang……….melanggar hak cipta. Hehe, tar dicopot deh. Duh, daripada dipenjara lima tahun atau duit kita diambil 50 juta, mendingan duitnya buat buka usaha jualan Tiramisu atau Ayam Goreng Kremes, lumayan deh, lima tahun pasti udah jadi restoran yang buka cabangnya sampai ke negeri entah berantah.

Nah, trus ngomong-ngomong (dalam hal ini adalah tulis-tulis karena kita berada dalam situasi komunikasi tulisan bukanlah lisan) denda 50 juta yang diambil dari kalian yang melanggar hukum itu dinikmati sama siapa ya? Kayanya sih sama yang bikin atau yang punya karya tersebut deh. Kalo gitu caranya, kalian buat aja foto-foto yang keren biar banyak yang menyalahgunakannya. Mungkin bukan hanya dalam bentuk foto saja yang disalahgunakan atau dibajak (waduh, gue baru nemu nih diksi yang agak tepat) sama orang orang. Misalnya kalian bikin aja film yang pasti banyak ditonton orang (orang-orangga bener tentunya). Liat aja tuh, artis yang sebelumnya ga pernah ketauan kalau dia itu artis, inisialnya ME. Gue ga nyebutin loh kalau namanya Maria Eva, tapi kalian pasti udah pada tau lah. Itu tuh yang bikin kasus beradegan seronok sama salah satu anggota DPR yang juga sama sekali tidak pernah ketahuan dan kedengaran kinerjanya, yang inisialnya YZ. Gue ga nyebutin loh kalau namanya Yahya Zaini, tapi kalian pasti tau lah kepanjangan dari YZ itu. Udah deh, udah cukup mempermalukan orang lain. Sekarang kita kembali ke (bukan ke laptop) topik kita tadi. Topik kita yang mana ya? Perasaan pembahasannya beralih dari satu topik ke topik lain. Dasar ga fokus!

Maksud gue sebelumnya adalah: buatlah agar karya kita dibajak oleh orang lain. Hehe, emangnya Maria Eva, eh, maksud gw seseorang yang berinisial ME itu mendapat keuntungan materi dari beredarnya film pendek yang teramat pendek sampai-sampai gw aja ga tau mana forplay-nya, mana klimaksnya, dan mana puncak kulminasinya, apa YZ ejakulasi atau dia bisa bertahan seperti telah meminum Viagra atau obat-obat penegak urat bawah lainnya?, hal itu masih menjadi misteri bagi gue. Ih, kerajinan banget ya gue mempertanyakan hal itu. Hm, kayanya sih mereka ga dapet apa-apa deh. Mereka pada bego sih, coba aja kalo mereka mematenkan hasil karya mereka di lembaga terkait, pasti setidaknya mereka dapet royalty atas usaha dan kerja kerasnya.

Eh, pemerintah juga bisa dapet tambahan duit loh, khususnya duit yang berasal dari hasil mematenkan hasil kerjaan dewan pembuat undang-undang. Pasti banyak sekali kan pihak-pihak yang mengutip sedikit atau sebagian dari undang-undang yang telah diciptakan, nah, patenkan saja Undang-undang yang jumlahnya bejibun itu, pasti ada yang bakal terjerat oleh pematenan undang-undang hak paten itu. Mau contoh, nih: Bisaanyakan

buku-buku (novel ke, komik ke, atau buku apa ke) suka didahului oleh peringatan tentang sanksi pelanggaran hak cipta, nah, banyak banget

kan

buku yang mengutip undang-undang tersebut. Liat aja di atas, gue aja mengutip sebagian dari undang-undang tersebut. Wah, lagi-lagi gue bisa terjerat hukum pidana euy! Iseng aja nih, hitung saja jumlah uang yang bisa didapat kalau 1000 buku yang terbit tiap bulan memiliki peringatan dan kutipan undang-undang itu!

Ah, ga logis. Lagian ko pembahasannya merembet ke mana-mana sih? Dari Friendster ke Maria Eva ke dapet tambahan duit. Maklum, gue ga ngerti hukum sih. Asbun aja!




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>