Heldani, Erik


Cerita Masa Kecil #1 Orang Gila
April 9, 2007, 8:26 am
Filed under: Real Life

Cerita Masa Kecil #1

Top List Orang-orang Gila

Masa kecil gw cukup menyenangkan, tapi sama sekali tidak membahagiakan. Sebenarnya bukannya ga membahagiakan sih, hanya saja…gw dah lupa masa kecil gw kaya gimana. Potongan-potongan ingatan yang gw ingat cuma beberapa aja. Sebaliknya dengan kakak gw yang mengingat masa kecilnya sampai detail di usia dua tahun. Gw mah boro-boro. Supaya ga lupa, mulai sekarang gw rajin tulis hal-hal yang terjadi pada diri gw tiap hari. Tapi, di Blog ini yang mau gw ceritakan adalah kenangan masa kecil yang (menurut gw) perlu dilestarikan dan dijadikan FIRY TALE aja atau FOLKLORE. Hehe, ketinggian ya?!

Begini ceritanya:

Di kampung gw (Desa Cisalak, Kecamatan Cisalaka, Kabupaten Subang, Jawa Barat) terdapat beberapa orang yang apabila namanya disebutkan akan membuat anak-anak menangis ketakutan. Yah, siapa lagi kalau bukan orang gila. Sumpah, banyak banget orang gila TOP di kampung gw waktu itu, dan sampai sekarang pun ada yang masih eksist dua orang. Pokonya kalau ada anak nakal, orang tuanya langsung bilang, “Awas siah pek, maneh dibikeun ka Si Kumid!”Artinya kira-kira begini: “Awas loh, nanti kamu dikasih ke Si Kumid!” Wah, langsung deh si anak jadi nurut dan ga nakal lagi.

Lalu, siapa saja yang jadi TOP Five dalam kategori Orang Gila di masa kecil gw? Lihat saja list-nya berikut ini:

  1. Kumid
  2. Mimin Thayib
  3. Kining
  4. Jamal
  5. Ina Pasar

Sebenarnya masih ada sih beberapa orang gila (orgil) lagi yang bisa jadi Orgil Ngetop, tapi gw cuma mendapat izin dari kelima

orang di atas aja. Makanya judulnya TOP Five, jadi cuma

lima

deh.

Nah, mengapa mereka sampai bisa masuk list? Baca saja kehebatan mereka seperti yang dituturkan olehnara

sumber….gw sendiri……….hehehe……..

  1. Kumid adalah orgil (iya dah tau) yang dari sejak gw kecil sampai sekarang masih bergaung namanya. Banyak cerita yang bisa diceritakan tentangnya. Pokonya begitu banyak cerita tak habis tentangnya, hihihi kayak Sunny (dibaca: Sani) aja ya. Waktu gw berusia kira-kira kelas dua SD, dia sudahmalang

    melintang di dunia orgil. Awalnya dia tak begitu ditakuti oleh anak-anak.

Waktu gw main di rumah sodara anak bungsunya kakak ipar adiknya suami menantu dari nenek gw, dia masuk ke rumah sambil bilang, “Punten, menta kejo.” Artinya kira-kira: “Permisi, minta nasi.” Hebat ya, orang gila permisi dulu.

Lalu sodara anak bungsunya kakak ipar adiknya suami menantu dari nenek gw itu jawab,”Oh, engke heula nya.” Yang artinya dalam bahasa orgil,eh, bahasa Sunda adalah, “Oh, nanti dulu ya.”

Wah, betapa lugunya sodara anak bungsunya kakak ipar adiknya suami menantu dari nenek gw. Sambil agak ragu, gw beritai sodara anak bungsunya kakak ipar adiknya suami menantu dari nenek gw itu, “Mim, eta teh nu gelo.” Lagi-lagi ada terjemahnya dalam bahasa Indonesia adalah, “Mim, itu adalah orang gila.” (Mima adalah nama sodara anak bungsunya kakak ipar adiknya suami menantu dari nenek gw)

Eh, dia malah ga ngerti dan langsung cari ibunya sambil teriak,”Mah, tuh aya anu nyuhunkeun sangu.” Waduh, lagi-lagi gw harus terjemahkan: “Mah, tuh ada yang minta nasi.” Dan seketika itu juga ibunya Mima langsung keluar dari dapur sambil melihat orang yang dimaksud anaknya. Waktu untuk berpikir bahwa yang meminta nasi hanya berlangsung sepersekian detik, dan ibunya sepupu gw itu (dari tadi ke’, SEPUPU gitu, susah amat) langsung mengusir sang peminta nasi, “Heh, teu aya, teu aya, teu acan nyangu di dieu mah. Teu aya. Ka ditu, ka ditu, teu aya di dieu mah!” Artinya: “Heh, ga ada, ga ada, di sini belum masak nasi. Ga ada.Sana

,

sana

, ga ada di sini mah!” (Hehe, ko mah-nya masih ada?)

Dan sebelum bau Si Kumid hilang dari ruangan itu, kakak perempuan Mima teriak dari dapur, ”Mah, sanguna asak yeuh.” Artinya: “Mah, nasinya sudah matang nih.” Kali ini Si Kumid tertipu.

Itu adalah kenangan manis antara gw dan Si Kumid. LOH, KO GITU??? Kenangan buruk pun tak luput dialami oleh gw dan banyak anak-anak kecil lainnya saat itu. Si Kumid sering kali terlihat membawa golok yang mengilat. Entah dapat dari mana tuh golok, sudah panjang, tampaknya tajam pula. Untunglah belum ada cerita tentang korban dari sabetan golok mautnya. Ya terang aja, tiap kali dia terlihat membawa golok ke kampung gw, pasti para pemuda di situ (yang tak takut Si Kumid) langsung bilang ke Si Kumid, “Heh, aya Polisi siah, aya Polisi. Dibikeun siah ka Polisi.” Artinya: “Heh, ada Polisi loh, ada Polisi. Dikasih ke Polisi luh.” Maklumlah, Si Kumid takut sama Polisi. Wah, ternyata yang ditakuti oleh orgil adalah Polisi. Berarti Polisi lebih menakutkan daripada orgil ya?

Kenangan lucu tampaknya tak dapat dihindari dari kehidupan gw bersama Si Kumid. Maksud gw, cerita lucu tentang Si Kumid saat itu dapat gw ceritakan saat ini. Si Kumid sering terlihat tampil dengan minimalis style, alias naked. Pernah suatu kali Si Kumid tampil tanpa busana tapi bagian tubuh dari pusar sampai kaki tertutup lumpur. Entah lumpur dari mana, dan dia gatau nyemplung ke sawah siapa? Dengan aksesoris golok di tangan kanan ditempelkan ke pinggang kanannya, dia berjalan tanpa tujuan, tanpa pakaian, hanya lumpur menutupi aura-nya (aurat ah). Karena hari itu sangat terik, maka lumpurnya cepat kering, sehingga ada beberapa lumpur yang menjadi serpihan kering yang lepas dari bagian tubuhnya yang kadang menegang, kadang mengendur, dan selalu terayun-ayun bebas. Walhasil, bagian tubuh yang satu itu bebas dari sensor karena “masker”-nya sudah terlepas. Ingat ya, kalau kita telah masker-an di wajah, wajah kita tampak lebih berseri, putih, mulus, dan kencang apapun maskernya. Nah, itu pun terjadi pada Si Kumid. “………..” lebih berseri, putih, mulus, dan kencang. Ibu-ibu tambah suka pakai masker dong. Mungkin suaminya dipakein masker juga pada bagian …………….

  1. Mimin Thayib adalahseorang petualang seperti Si Kumid juga. Menurut mitos, Si Kumid dan Mimin Thayib pernah terlihat sampaiJakarta

    . Mereka tampaknya berjalan (ya siapa juga yang mau angkut ke

    Jakarta

    ?) tanpa mengenal lelah. Tapi mereka tak terlihat bersamaan. Emangnya mereka janjian ketemu di

    Jakarta

    . Romantis amat!

Mimin Thayibadalah orgil yang paling ramah yang pernah gw kenal (wuih kenalan di mana?). Hampir setiap orang yang dilewatinya pasti disapa, “Hey!” Hal ini benar-benar terjadi pada Mamah gw. Ya, dia pernah disapa padahal saat itu Mamah gw sedang dibonceng Bapa gw pake motor. Setelah diingat-ingat, ternyata Mamah gw pernah ngajak ngobrol Mimin Thayib tentang perjalanan panjangnya. Hebat, walau hanya melihat sekilas (dan dengan pikiran yang terganggu), Mimin Thayib mampu mengenal orang yang pernah mengajaknya ngobrol beberapa bulan sebelumnya.

Joke yang paling sering dilontarkan anak-anak kecil waktu itu adalah menjodoh-jodohkan anak kecil laki-laki dengan orgil wanita, misalnya: “Eh, Si Hendri mah kabogoh Si Mimin Thayib.” Artinya: “Eh, Si Hendri (salah satu anak laki-laki di kampung gw) itu pacar Si Mimin Thayib.” Wah, seketika suasana jadi riuh rendah, apalagi saat Si Susi dibilang pacarnya Si Kumid, wah dijamin tuh anak yang ngata-ngatain Susi langsung dikejar pake penggorengan.

Sampai kini nama Mimin Thayib masih dikenang dan kerap disebut sebagai pesaing Si Kumid.

  1. Kining adalah salah satu orgil yang penampakannya tak pernah terdeteksi oleh mataku ini. Walaupun gw belum pernah bersua dengannya, gw percaya kalau Kining adalah orgil yang hebat juga. Buktinya Kining adalah nama yang lumayan sering disebut-sebut kalau ada anak perempuan yang membuat kesal anak laki-laki. Anak laki-laki mengata-ngatai anak perempuan itu, “Dasar Si Kining.” Lalu Si anak perempuan pun menjawab, “Maneh weh nu kabogoh Si Kining.” Artinya cari sendiri ya!
  2. Jamal adalah orgil yang tidak bertahan lama berada di jagat raya kampungku. Walau penampakannya hanya sebentar (mungkin tidak sampai setahun) di kampungku, namun namanya selalu menjadi bahan pembicaraan anak-anak dan ibu-ibu. Kalau orgil-orgil lain ingatannya sudah hampir hilang, Jamal memiliki ingatan yang cukup kuat akan pelajaran-pelajaran yang pernah dia kuasai. Dia sering diminta untuk merapalkan salah satusurat

    dalam Al-Quran dan ia kadang dapat merapalkannya dengan baik. Ia hafal surah-surah pendek dalam Al-Quran. Kalau ia diminta berpura-pura sebagai Qori, ia suka menurut dan langsung dengan

    gaya

    seorang Qori, ia melantunkan ayat-ayat Al-Quran. Sungguh orgil yang diberkahi oleh Tuhan. Ia juga sering dites oleh ibu-ibu di kampung tentang matematika. Penjumlahan yang tidak terlalu rumit dapat ia jawab dengan benar. Tapi kalau pertanyaan penjumlahan sudah mencapai puluhan, Jamal tak bisa menjawabnya dan tampak sangat terpukul sekali. Kasihan dia, apakah dia gila karena tak bisa menyelesaikan tes matematika?

Sejauh ini, hanya Jamal yang memiliki IQ di atas rata-rata di antara orgil lainnya. Ia tak pernah lepas dari sarung kumalnya, dan jarang menerima nasi bungkus pemberian ibu-ibu kampung. Ia lebih memilih mencari makan sendiri di tempat sampah daripada menerima pemberian orang lain. Salut!

  1. Ina Pasar sebenarnya bukan orang gila, namun tatkala ia masih hidup, ia sangat ditakuti oleh anak-laki-laki karena keterbelakangannya. Ina disebut sebagai Ina Pasar karena ia memang tinggal di pasar Cisalak. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah warung nasi yang merangkap rumahnya. Kalau gw membeli nasi bungkus di warung itu, Ina suka muncul dengan air liur yang menetes-netes, membuat gw takut setengah matang.

Seperti yang gw tulis tadi, ia tidak gila, namun ia hanya terkena serangan syaraf yang menyebabkan ia kehilangan kontrol atas tubuhnya. Ia tak bisa bicara karena mulutnya selalu terbuka dan mengeluarkan air liur. Menurut cerita, Ina menjadi begitu karena ia dulunya kena penyakit amandel. Saat sakit amandelnya parah, ia dibawa ke dukun. Di tempat Mbah Dukun itu, Amandel Ina dicongkel menggunakan jari telunjuk Si Mbah. Bukannya kesembuhan yang Ina dapatkan, namun hal mengerikanlah yang terjadi padanya.

Keberadaan Ina Pasar sangat ditakuti anak-anak, dan karena itu kadang Ina dijadikan bahan taruhan oleh anak laki-laki. Bisaanya anak laki-laki melakukan uji keberanian dengan melewati depan warungnya Ina. Gw pernah menyaksikan teman gw dikejar-kejar ina sampai nangis.Ada

juga yang diludahi Ina sampai basah. Yang paling parah adalah teman gw yang dijenggut rambutnya saat ia lengah. Hihihi, Ina kejam juga ya?

Akan tetapi saat terdengar berita kematian Ina, kami, para anak-anak laki-laki merasa sangat kehilangan. Hampir semua anak laki-laki yang pernah mendengar namanya, ikut hadir pada pemakaman Ina. Tak ada yang berkomentar buruk tentangnya di hari itu dan seminggu setelahnya. Ina yangmalang

, kami akan selalu mengenangmu.

Aduh jadi sedih euy, mengingat masa kecil yang berwarna abu-abu itu. Andai saja gw punya ingatan yang banyak tentang masa kecil gw, pasti Blog ini akan penuh dengan cerita-cerita aneh. Hehe.

Kalau Anda suka pada the true story ini, berilah komentar Anda. Mungkin ada yang tidak setuju akan urutan list di atas? Kalau bisa, pilihlah salah satu orgil Favorit anda! Selamat jadi orgil!




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>